Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Wednesday, December 16, 2015

POLEMIK MENGUCAPKAN "SELAMAT NATAL". BOLEHKAH?

POLEMIK MENGUCAPKAN "SELAMAT NATAL". BOLEHKAH?



SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU




Assalamu'alaikum..
Bagaimana kabar kalian? Semoga sehat selalu dan diberi kelancaran rezeki oleh-Nya, aamiin.

NATAL - Menurut Wikipedia, NATAL adalah hari raya umat kristen yang diperingati setiap tahun
pada tanggal 25 Desember, Umat kristiani merayakan NATAL untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus.

Sekarang yang kita bahas adalah, BOLEH KAH UMAT MUSLIM MENGUCAPKAN "SELAMAT NATAL?"

Menurut Ustad Abu Janda al-Boliwudi:

1. Adakah Dalil yang melarang untuk mengucapkan Selamat Natal?

--> Ada kok, surat Al-Kafirun 

 لَكُم دينُكُم وَلِيَ دينِ : Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku.

Ayat ini diturunkan yang ditujukan kepada Orang Arab Quraisy yang mencoba untuk mengajak menyatukan agama.

Lalu, apakah mengucapkan SELAMAT NATAL berarti kita MENYATUKAN agama ISLAM dan Kristiani?
Ucapan SELAMAT NATAL hanyalah adab santu, ucapan ini tidak ada bedanya dengan ucapan SELAMAT ULANG TAHUN.

Apakah itu masalah? Mengucapkan SELAMAL NATAL hanyalah berbagi kebahagiaan, karena kita manusia, bukan binatang, lalu salahkah berbagi kebahagiaan?

2. Dalil yang menyerupai kaum


Syahadat Islam adalah

    Kalimat pertama :
ašhadu ʾal lā ilāha illa l-Lāh 
artinya : Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah


    Kalimat kedua :

wa ʾašhadu ʾanna muḥammadar rasūlu l-Lāh
artinya: dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.


Bolehkah syahadat " dan Musa utusan Allah?"
Bolehkah syahadat " dan Isa utusan Allah?"

Menghapa harus " dan Muhammad utusan Allah?"
 
Karena Al-quran MUKZIZAT Nabi Muhammad, Beliau menyempurnakan agama - agama sebelumnya. Seperti agama Yudaisme atau Taurat yang turun kepada NAbi Musa, agama Nasrani atau injil yang turun kepada Nabi Isa / Yesus.
CADAR adalah Tradisi YUDAISME
SUNAT adalah Tradisi YUDAISME
HIJAB adalah Tradisi Kristiani.

Hal - hal tersebut sudah dilakukan oleh bangsa Yahudi dan umat Nasrani jauh sebelum islam turun kepada NAbi Muhammad.

Jika kita menyangkut pautkan kepada dalil " barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia akan menjadi kaum tersebut" jika berpikiran seperti itu, maka:
BERCADAR JADI YAHUDI?
DISUNAT JADI YAHUDI?
BERHIJAB JADI KRISTEN?

Lalu, apakah dengan mengucapkannya kita tiba-tiba langsung menjadi umat tersebut?

kalau iman dan takwa sudah tebal, apapun yang terjadi kita akan tetap teguh memegang agama kita dan kita tetap bisa saling menghormati,  sedangkan jika keimanan kita rapuh hanya karena mengucapkan selamat saja sudah merasa akan diubah ke agama/kepercayaan lain

BAHKAN Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj
mencupakan 



SELAMAT HARI NATAL kepada umat KRISTIANI. Mudah mudahan kita mendapat keberkahan dari Tuhan. Beliau juga mengatakan, tak ada salahnya umat MUSLIM mengucapkan SELAMAT NATAL kepada umat KRISTIANI. Beliau juga berharap perayaan NATAL tahun ini memberikan

ketentraman, perdamaian. Karena perdamaian bukanlah milik satu kaum saja, melankita milik semua umat manusia APAPUN AGAMANYA.


Selamat Natal dan Tahun Baru BAGI TEMAN TEMAN YANG MERAYAKANNYA, SEMOGA ANTAR AGAMA SALING DAMAI, TENTRAM DAN SEJAHTERAH.

Saturday, November 21, 2015

Jarang shalat? Otak Tidak Akan Bekerja Secara Maksimal. Baca ini!

Jarang shalat? Otak Tidak Akan Bekerja Secara Maksimal. Baca ini!

Otak Tidak Bekerja Secara Optimal Jika Jarang Shalat 



Assalamu'alaikum, Bagaimana kabar kalian? Semoga sehat selalu dan mendapat rezeki dan keberkahan dari Alloh Subhanahu Wa ta'ala, aamiin. Kali ini ana mau berbagi tentang efek ketika kita malas untuk mengerjakan shalat dan bahkan tidak mau melakukan shalat.

Bismillah ir-Rahman ir-Rahim

Menurut Prof. Dr. Fidelma O'Leary dari St. Edwards University di Amerika Serikat bahwa otak tidak akan berkerja secara optimal jika jarang shalat.
Ia adalah seorang Doktor Neurologi yang menjadi muallaf setelah melakukan penelitian hubungan antara shalat dengan kesehatan.

Ketika beliau melakukan kajian urat saraf, terdapat beberapa bagian uraf saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah secara optimal. Dalam penelitiannya, ia mendapati darah tidak dimasuki darah secara optimal, kecuali pada saat manusia itu sedang melakukan sujud ketika mengerjakan shalat.


Urat tersebut memerlukan darah hanya diwaktu waktu tertentu saja. Maksudnya adalah darah hanya akan memasuki urat tersbut mengikuti kadar shalat waktu yang diwajibkan oleh islam.

Menurut penelitian beliau, jika seseorang tidak menunaikan ibadah shalat, otaknya tidak dapat menerima darah yang mencukupi untuk berfungsi secara optimal. Subhanallah..

Dari penelitian tersebut lah Prof. Dr. Fidelma O'Leary dari St. Edwards University di Amerika Serikat memeluk agama islam, ia amat yakin dengan pengobatan islam dan ia termotivasi untuk mendirikan sebuah klinik yang dinamakan " Pengobatan melalui Al-qur-an ". Dengan nama tersbut maka pengobatannya berdasarkan anjuran yang terdapat di Al-qur-an, misalnya adalah dengan cara anjuran berpuasa, obat dengan madu lebah, habbatus saudah dan sebagainya.

Maka dari itu kita sebagai pemeluk agama islam kita harus bangga dan kita harus menyadari bahwa semua seruan yang menjadi kewajiban kita adalah "kebutuhan kita". Sebagai Contoh, dalam hal ini Alloh menyerukan kepada hambanya untuk menunaikan ibadah shalat, karena manusia membutuhkan shalat itu demi kebutuhan biologisnya sendiri.

Demikian "keajaiban" shalat, semoga dari cerita diatas semakin menambah keimanan kita dan menambakan ketaatan kita kepada Alloh, sang khaliq, Tuhan semesta alam.

Mungkin ini yang dapat ana share, semoga bermanfaat. Kurang dan kurangnya ana mohon maaf. Wassalam..

Thursday, November 5, 2015

 Mengapa Jika Marah Kita Cenderung Bertertiak?

Mengapa Jika Marah Kita Cenderung Bertertiak?


Kemarahan, berasal dari kata marah (bahasa Inggris: wrath, anger; bahasa Latin: ira),
adalah suatu emosi yang mengakibatkan peningkatan denyut jantung, tekanan darah, dan semacamnya.

Marah biasanya disebabkan oleh perasaan tidak senang karena dirinya merasa tersakiti, direndahkan, tidak dihargai.

Para ahli psikologi modern memandang kemarahan sebagai suatu emosi primer, alami, dan matang yang dialami oleh semua manusia pada suatu waktu,
dan merupakan sesuatu yang memiliki nilai fungsional untuk kelangsungan hidup.
Kemarahan dapat memobilisasi kemampuan psikologis untuk tindakan korektif.
Namun, kemarahan yang tak terkendali dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup pribadi dan sosial.


Lalu, kenapa orang marah cenderung berteriak?


Ada seorang yang mengatakan :

Bila dua orang sedang marah, maka hati mereka saling menjauh. Nah, untuk menempuh jarak yang jauh itu mereka saling berteriak agar ucapannya dapat didengar.
Semakin marah, maka semakin keras pula teriakannya, karena jarak kedua hatinya semakin menjauh.

Begitu pula sebaliknya, jika kedua insan saling jatuh cinta. Mereka tidak saling berteriak, mereka berbicara sangat lembut karena hati mereka saling berdekatan.
Bila mereka semakin lagi jatuh cinta, mereka tidak  lagi berbicara. Mereka hanya berbisik. Pada akhirnya, mereka cukup dengan saling memandang, itu saja.
Sedekast itulah dua insan yang saling mengasihi.

Bagaimana caranya untuk meredam kemarahan? Berikut Tips meredamkan kemarahan sesuai petunjuk Rasulullah, in sha Allah.

1. Membaca Ta'awwudz

Bacaannya seperti berikut:
A’udzu billah minasy syaithaanir rajim
(Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).”

2. Diam.

Dalam sebuah hadits dikatakan, “Kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah.” (HR. Abu Dawud).

3. Berwudhu

Dalam sabda Rasulullah,
Kemarahan itu dari setan, sedangkan setan diciptakan dari api, api hanya bisa dipadamkan dengan api, maka jika kalian marah berwudhulah.

4. Mengubah posisi badan.

“Kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah.” (HR. Abu Dawud).

5. Bersujud.

Maksud dari bersujud adalah shalat sunnah minimal dua rakaat.
“Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud).” (HR. Tirmidzi).

Saturday, October 10, 2015

Izinkan saya berzina dengan anak Bapak

Izinkan saya berzina dengan anak Bapak








Baca dulu jangan langsung komen. Kalo udah dibaca baru komen. Jangan salah faham!

Ini ana ambil dari kaskus.co.id oleh kaskuser "Callin" http://www.kaskus.co.id/thread/54d0571e0f8b466b568b4578 . Ane coppas? Memang iya. Nyari Ratting? Kaga. Nyari untung? Kaga juga. Diblog ini ana ga pake iklan, ana cuma mau share aja.

Izinkan saya berzina dengan anak Bapak!!!

Suatu hari sepasang muda-mudi akan pergi untukberjalan-jalan. Setibanya pemuda di rumah orang tua sang gadis untuk menjemputnya.

Gadis: Masuk dulu ya, bertemu sama ayah
Pemuda : Boleh kah?
Gadis: Masuk saja, saya bersiap-siap dulu.

Masuklah sang pemuda melalui pintu utama. Pintu yang siap terbuka mengelu-elukan
kedatangan si pemuda.

Pemuda : Assalamualaikum.
Ayah Gadis : waalaikumussalam!

Mendengar lantangnya suara Ayah si gadis, si pemuda kaku membatu. Lantas si gadis menyadarkan pemuda dari lamunan itu. Entah apa yang dipikirkannya.

Gadis : Mari, silahkan duduk
Pemuda : eh.,iyaa

Setelah mengucapkan salam dan berjabat tangan, duduklah si Pemuda di kursi yang hampir menghadap Ayah si gadis. Hanya koran yang menjadi ‘sitroh’ antara mereka.

Ayah Gadis : hendak jalan kemana hari ini?
Pemuda : ke Kota saja Pak, dia mau mencari barang katanya. entah barang apa saya tidak tahu.
Ayah Gadis : oh..
Pemuda : . . .

Hampir 5 menit suasana senyap tanpa suara.
Dan ibu si gadis keluar dari ruang belakang membawa air dan kue kering.
Si Pemuda pun tersenyum manis.

Ibu Gadis : Silahkan diminum dulu nak. Kamu sudah sarapan?
Pemuda : eh, Sudah Bu. Terima kasih.
Ibu Gadis : kamu ini malu-malu segala dengan kami.
Pemuda : saya hanya segan Bu. Hehe
Ayah Gadis : kapan kamu mau mengirim rombongan (lamaran)?
Ibu Gadis : eh, ayah ini?
Pemuda : hmm. Saya belum memiliki banyak uang Pak. Hehe
Ayah Gadis : kamu bawa anak kami kesana-kemari. Apa orang kata nanti?
Pemuda: (sebenarnya Malu dengan orang lain, serta malu dengan Allah). Setiap kami pergi kami selalu naik mobil Pak, tidak pernah berdekatan apalagi sampai bergandeng tangan.
Oh iya, bisa saya tanya sedikit Pak?
Ayah Gadis : tentu saja, silahkan!
Pemuda : bapak dan ibu ingin saya
menyediakan uang berapa untuk lamaran ini?
Ibu Gadis : kalau bisa Rp.20.000.000,-
Ayah Gadis : ehh, tapi kalau bisa lebih besar dari orang sebelah yang naksir juga sama gadis.
Pemuda : Maaf, Berapa itu Bu?
Ayah Gadis : Rp.40.000.000,- syukur-syukur bisa lebih
Pemuda : (Ya Allah, whhooa.. Rp.40.000.000,- darimana saya dapat uang sebanyak itu, aduh)
Besar sekali Pak, apakah tidak bisa lebih sedikit, kita buat acara sederhana saja. Cukup mengudang keluarga, saudara dan tetangga dekat?
Ayah Gadis : itu nasib kamu nak, kamu yang akan menikahi anak kami. Lagipula dialah satu-satunya anak perempuan kami.

Si Pemuda pun hampir hilang akal ketika disebutkan ‘harga’ si gadis itu. Dan si Pemuda mencoba kembali berdiskusi dengan orang tua gadis pujaan hatinya.

Pemuda : Boleh saya bertanya lagi, apakah anak bapak pandai memasak?
Ayah Gadis : hmm,.boro-boro. Bangun tidur saja jam 10 lebih, bukan bangun pagi lagi itu. Habis bangun terus langsung makan siang.
Ibu Gadis : Apa sih ayahnya ini, anaknya mau dijadikan istri, dia malah cerita yang jelek-jelek.
Ayah Gadis : Ibunya pun sama suka terlambat bangun juga.
Ibu Gadis : ih ayah ini!
Pemuda: (bengong) Ehh.. iya cukup pak,
sekarang saya sudah tau. Kalau boleh bertanya lagi, bisa kah dia membaca Qur’an?
Ibu Gadis: bisa sedikit-sedikit kok
Pemuda : belajar dengan maknanya?
Ibu Gadis : mungkin.
Pemuda : hmm.
Ibu Gadis : kenapa?
Pemuda : Oh, tidak apa - apa bu. Pertanyaan terakhir, apakah dia rajin sholat?
Ayah Gadis : Apa maksud kamu tanya semua ini !? Dia kan dekat dengan kamu. Harusnya kamu juga tahu.
Pemuda : Setiap sedang diluar dan saya ajak sholat, dia selalu bilang sedang datang bulan. Sedikit - sedikit datang bulan. Saya jadi bingung, sebenarnya dia bisa sholat tidak.
Ayah dan Ibunya begitu kaget. Dan pada wajahnya begitu kemerahan menahan amarah.
Pemuda : Boleh saya sambung lagi. Dia tak bisa masak, tak bisa sholat, tak bisa mengaji, tak bisa menutup aurat dengan baik. Sebelum dia menjadi istri saya, dosa-dosanya juga akan menjadi dosa bapak dan ibu. Lagipula tak
pantas rasanya dia dihargai Rp.40.000.000,-. Kecuali dia hafidz Qur’an 30 juz dalam kepala, pandai menjaga aurat, diri, dan batasan-batasan agamanya. Barulah dengan mahar Rp.100.000.000,-pun saya
usahakan untuk membayar.

Tapi jika segala sesuatunya tidak harus
dibayar mahal mengapa harus dipaksakan untuk dibayar mahal ?
Seperti halnya mahar. Sebab sebaik-baik pernikahan adalah serendah-rendah mahar. Mata ayah si gadis direnung tajam oleh mata ibu si gadis. Keduanya diam tanpa suara.
Sekarang ketiganya menundukkan kepala. Memang sebagian adat menjadikan anak perempuan untuk dijadikan objek pemuas hati
menunjukkan kekayaan dan bermegah-megah dengan apa yang ada, terutama pada pernikahan. Adat budaya mengalahkan masalah agama. Para orang tua membiarkan bahkan menginginkan anak perempuan dihias
dan dibuat pertunjukkan di muka umum.
Sedangkan pada saat akad telah dilafadz oleh suami, segala dosa anak perempuan sudah mulai ditanggung oleh si suami.

Ayah Gadis : tapi kan, ayah hanya ingin anak ayah merasakan sedikit kemewahan. Hal seperti tu kan hanya terjadi sekali seumur hidup.
Pemuda : Bapak ingin anak bapak merasakan kemewahan?
Ibu Gadis : tentulah kami berdua pun
turutgembira.
Pemuda : sungguh demikian ? boleh saya sambung lagi? bapak, ibu.. saya bukanlah siapa - siapa. Sekarang dosa anak Bapak, Bapak juga yang tanggung. Esok lusa setelah akad nikah terus dosa dia saya yang tanggung.
Belum lagi pasti bapak dan ibu ingin kami bersanding lama di pelaminan yang megah, anak Ibu dirias dengan riasan secantik-cantik­nya dengan make up dan baju paling mahal, di
hadapan ratusan undangan agar kami terlihat mewah pula. Salain setiap mata yang memandang kami akan mendapat dosa. Apakah begitu penting hal tersebut jika dalam
kehidupan sehari-hari kita malah berusaha untuk hidup sesederhana mungkin tanpa berlebih-lebihan.
Ibu si gadis segera mengambil langkah mudah dengan menarik diri dari pembicaraan itu. Si ibu tahu, si pemuda berbicara menggunakan fakta islam. Dan tidak mungkin ibu si gadis dapat melawan kata si pemuda itu.
Ayah Gadis : Kamu mau berbicara mengajari masalah agama di depan kami?
Pemuda : ehh. maaf pak. Bukan saya hendak berbicara / mengajari masalah agama. Tapi itulah hakikat. Terkadang kita terlalu memandang pada adat sampai lupa agama.
Ayah Gadis : sudah lah. Kamu sediakan
Rp.40.000.000,- kemudian kita bicarakan lebih lanjut. Kalau tidak ada, kamu tak bisa kimpoi dengan anak ku!
Pemuda : Semakin lama lah hal itu. Mungkin di umur saya 30 atau lebih, saya baru bisa mengumpulkan uang tersebut dan bisa masuk meminang anak bapak.
Baiklah, .kalau memang bapak berharap tetap demikian, maka ’izinkan saya berzina dengan anak bapak’?
Ayah Gadis : hei! Kamu sudah berlebihan!, kamu jaga baik-baik omongan kamu itu.
Pemuda : dengar dulu penjelasan saya pak. Apa bapak tahu alas an orang berzina dan banyak orang memiliki anak di luar nikah? Sebab salah satunya hal seperti ini lah pak.
Selalu saja orang tua perempuan
menempatkan puluhan juta rupiah untuk mahar, harus menunggu si pria mempunyai pekerjaan dengan gaji begitu tinggi, sampai pihak pria terpaksa menunda keinginan untuk
menikah. Tetapi cinta dan nafsu kalau tidak diwadahi dengan baik, setan yang jadi pihak ketiga untuk menyesatkan manusia.
Terlebih di zaman seperti ini yang cobaan dan kondisinya tidak seperti zaman bapak dan ibu dulu. Akhirnya mereka mengambil jalan pintas
memuaskan nafsu serakah dengan berzina. Pertama memang hal yang ringan-ringan dulu pak, pegang-pegangan tangan, saling
memeluk, dan sebagainya. Tapi semakin lama akan menjadi hal berat. Yang berat-berat itu bapak sendiri pun bisa membayangkan.
Ayah Gadis : lantas apa kaitan kamu dengan hendak berzina pula !?
Pemuda : Begini logikanya. Sepertinya yang terjadi dengan anak-anak lainnya. Bapak tidak memberi izin kami menikah sekarang, biar ada berpuluh juta uang dulu baru bisa menikah.
kami hendak melepaskan nafsu bagaimana pak? setiap harinya kami mengenal lebih dekat dan semakin dewasa. Dia meminta saya menengoknya, semakin cinta
saling melepas rasa rindu. Susah pak, itu Nafsu yang diberikan kepada manusia. Sebab itu saya dengan rendah hati meminta izin pada
bapak untuk berzina dengan anak bapak. Terlepas apakah yang penting bapak tahu saya dan dia hendak berzina. Sebab rata-rata orang
yang berzina itu orang tua tidak tau pak, tidak. Kelihatannya pemuda -pemudi zaman sekarang biasa-biasa saja padahal sebenarnya sudah pernah bahkan sering berzina. Ironisnya banyak orang menganggap
hal itu tidak tabu lagi. Berzina bukan saja hal yang ehem-ehem saja.
Ada zina-zina ringan, zina mata, zina lidah, zina telinga dll. Tapi sebab hal ringan itu lah yang akan menjadi berat.
Ayah Gadis : hmm. Kamu ini begitu pelik dan memperumit saja. Beruntung kamu bukan orang lain. Kalau orang lain, sudah dari tadi saya angkat parang. Begini nak, Tapi kalau tidak ada uang, bagaimana kamu akan memberi dia makan??
Pemuda : hehe. Bapak. lupakah Bapak dengan apa yang telah Allah pesankan pada kita.

"Dan menikahlah orang-orang bujang (pria dan perempuan) dari kalangan kamu, dan orang-orang yang
sholeh dari hamba-hamba kamu, pria dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka.
sesungguhnya karunia Allah Maha luas (rahmat dan karunianya), lagi Maha
Mengetahui." (An Nur 32).

Apakah kita tak yakin dengan apa yang Allah janjikan. Bapak dan Ibu juga pernah lah menjadi muda. Masalah datangnya harta, selagi kita
terus berusaha itu adalah Rahmat-Nya yang sudah ditakdirkan pada tiap-tiap hamba-Nya. Lagipula pak, kalau makan dan minum itu Insya Allah, saya sanggup untuk memberikannya. Tempat tinggal bisa kita bicarakan lagi.
Kalau hal ini bisa menghalangi kami dari melakukan dosa dan sia-sia. Apakah tidak lebih baik disegerakan. Bapak pun tak mau hal-hal tak tidak diinginkan terjadi.

Bapak si Gadis Diam tanpa kata, merenung kata - kata si pemuda, berusaha memikirkan cara untuk mematahkan kata-kata si Pemuda.
Dan ayah si gadis mendapat akal.

Ayah Gadis : kamu tahu lah zaman sekarang ni. Kalau mengikuti cara kamu itu. Mungkin kamu tidak suka dengan acara persandingan yang
mewah, Bapak bisa terima. Tapi kamu apa bisa menerima apa yang akan orang-orang katakan. Orang akan mengatakan anak aku ‘kecelakaan’ dan terpaksa menikah dengan
kamu. Mau ditaruh dimana muka ini.
Pemuda : bagus juga pikiran bapak itu. Kalau 'kecelakaan' mana mau saya menikahi anak bapak.
Karena akan selamanya menjadi haram, orang yang zina tidak akan pernah menjadi halal sekalipun dengan pernikahan. Kalau bapak memaksa ya sudah. Bisa ikut nikah masal kan bagus juga bisa berhemat tapi tetap ramai.
Ayah Gadis : serius lah nak!
Pemuda : begini pak, sekali lagi rasanya tidak perlu membayar puluhan juta dan mahar yang berlebihan sehingga memaksa diluar kemampuan. Tapi saya tak mengatakan tidak
ada walimatul urus. Sedang walimatul urus itu tetap perlu dan disesuaikan dengan kemampuan. itu cara islam.
Saya bukan hendak macam-macam dengan bapak. Syariat memang seperti itu. Maha baiknya Allah sebab masih menjaga kita selama ini, tapi hal sepele seperti ini pun kita masih memandang ringan dan kita tak percaya
dengan apa yang telah Allah janjikan.
Saya benar-benar minta maaf kalau ada kata-kata saya yang membuat bapak tidak senag terhadap saya. Tidak juga bermaksud tidak
takdzim dengan bapak dan ibu. Segalanya kita serahkan pada Allah, kita hanya bisa merencanakan saja.

Azan dzuhur berkumandang, jaraknya tidak sampai 10 rumah dengan rumah si gadis. Si pemuda memohon untuk ke surau dan mengajak bapak si untuk pergi bersama. Namun ajakan ditolak dengan lembut. Lantas sang pemuda memberi salam dan memohon
untuk keluar.
Di pinggir jendela tua si gadis melihat si
pemuda mengeluarkan kopiah dari sakunya dan segera di pakainya. Lalu masuk mobil dan hilang dari penglihatan si gadis tadi.
Sedang si gadis yang sedari tadi berdiri di balik tirai bersama ibunya meneteskan air mata
mendengar curahan kata-kata si pemuda terhadap ayahnya. Kerudung lebar pemberian si pemuda sebagai
hadiah padanya yang lalu digenggam erat. Ibu si gadis juga meneteskan air mata melihat pada perilaku anaknya.
Segera ibu dan si gadis ke ruang tamu
menghadap ayahnya.

Ibu Gadis : Apa yang anak itu katakan benar. Kita ini tak pernah memperhatikan syariat-syariat
ringan agama selama ni. Terlalu melihat dunia, adat dan apa kata orang. Padahal mereka tak pernah juga peduli pada kita.
Ayah Gadis : hmm.. entahlah, ayah tak tahu. Begitu keras yang anak itu katakan tadi. Dia berpesan tadi, kamu suruh bersiap, lalu setelah dzuhur dia jemput kamu.
Gadis : sudah tidak ada semangat untuk pergi ayah. Kemudian si gadis menggapai telepon
genggamnya dan mengetik pesan.
Si Pemuda yang selesai mengambil wudhu tersenyum saat membaca pesan yang baru saja diterima dari si gadis,
“Andai Allah telah memilih dirimu untukku, aku ridho dan akan terus bersama mu, apapun yang ada pada dirimu dan yang kamu miliki,
aku juga akan terus pada agama yang ada padamu.
Siang ini ga ada mood untuk keluar, maaf. Minggu depan ayah menyuruh kirim rombongan (lamaran) untuk ke rumah.“

Saran ana.. Yang masih jomblo harusnya begembira. Jangan malu karena jomblo. Mending gausah pacar-pacaran, jadiin aja sahabat. Kalo bisa jadiin dia sahabat yang bisa menghantarkan kita ke syurga.

Saturday, August 22, 2015

SANG PENCERAMAH - Dr. Zakir Naik

SANG PENCERAMAH - Dr. Zakir Naik


Siapakah Dr. Zakir Naik ?



Zakir Naik - Beliau adalah seorang pembicara umum Muslim India, dan penulis hal-hal tentang Islam dan perbandingan agama.Sebenarnya dia adalah dokter medis yang memperoler gelar  Bachelor of Medicine and Surgery (MBBS) dari Maharashtra,tapi sejak 1991 ia telah menjadi seorang ulama yang terlibat dalam dakwah Islam dan perbandingan agama.
Nama asli beliau yaitu Zakir Abdul Karim Naik (bahasa Hindi: ज़ाकिर अब्दुल करीम नायक) (Wikipedia), beliau lahir  18 Oktober 1965  Mumbai (Bombay pada waktu itu)  India dan merupakan keturunan Konkani. umurnya 49 tahun). Ia bersekolah di St. Peter's High School (ICSE) di kota Mumbai.

Menurut beliau, tujua berdakwahnya adalah "berkonsentrasi pada remaja muslim berpendidikan yang mulai meragukan agamanya sendiri dan merasa agamanya telah kuno" dan adalah tugas setiap Muslim untuk menghilangkan kesalahpahaman tentang Islam untuk melawan apa yang ia anggap sebagai bias anti-Islam oleh media Barat setelah serangan 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat ( Wikipedia )

Ia sering berceramah didepan ratusan bahkan ribuan jemaat yang bukan hanya muslim, namun non muslim pun ikut menghadirinya.
Dalam terbitan 22 Februari 2009, Indian Express membuat daftar "100 Orang India Terkuat 2009" di antara satu miliar penduduk India, Zakir Naik masuk peringkat 82. Dalam daftar khusus "10 Guru Spiritual Terbaik India", Zakir Naik ada di peringkat 3, setelah Baba Ramdev dan Sri Sri Ravi Shankar, menjadi satu-satunya Muslim di daftar ini. ( Wikipedia )

Nah bagaimana video debatnya? Penasaran? Bisa lihat vidoenya disini :
" Tiga Pertanyaan Pakar Teknologi Kepada Dr Zakir "